Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

PANTAI DEPOK SIWALAN


Kecamatan Siwalan termasuk daerah pesisir, yang memiliki panorama pantai yg cukup indah. Pantai Depok, Lokasi yang terletak di desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan menyimpan banyak potensi yang layak dikunjungi. Sederetan pohon nyiur yang tumbuh disekitar kawasan Pantai Depok menjadi daya pemikat yang utama.


Obyek Wisata Pantai Depok yang indah, serta dikelilingi sederetan pohon nyiur yang tumbuh disekitar kawasan menjadi daya pemikat yang utama. Selain itu suasana yang nyaman menjadi pilihan untuk bersantai bersama keluarga. Lokasi yang terletak di desa Depok Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan menyimpan banyak potensi yang layak dikunjungi.

WATU IRENG KANDANGSERANG


Obyek wisata yang berupa batu besar dan berwarna hitam ini lebih dikenal masyarakat sebagai Obyek Wisata Watu Ireng. Watu Ireng yang terletak di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang, 17 km ke arah selatan dari Ibukota Kabupaten Pekalongan, diperkirakan bagian dalamnya berongga.
Suasana masih sangat alami belum tertata, jalan menuju watu ireng juga masih jalan batu, tapi masih bisa dilalui kendaraan roda 4 walau agak sedikit naik turun.

Bila turun d bawah, sblm menuju puncak watu ireng, ada lorong pintu masuk tempat bersemedi (tertulis seperti itu) dg bentuk rongga yg sangat kecil, tp kalau berdasar cerita penduduk setempat, bawah watu ireng itu berlobang besar, dulu pernah utk mengungsi penduduk kampung, saat zaman penjajahan belanda.


PANTAI WONOKERTO


Pantai Wisata Wonokerto terletak kurang lebih 5 km dari jalan raya Wiradesa arah utara tepatnya di Desa Wonokerto Kecamatan Wonokerto, dan dikenal sebagai tempat pelelangan ikan. pada bulan Dhulkaidah Pantai Wonokerto banyak dikunjungi masyarakat saat adanya upacara Nyadran (Sedekah Laut) sebagai wujud ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

LINGGO ASRI KAJEN


Panorama alami dan udara yang sejuk menjadi cirri khas obyek Wisata Linggoasri yang terletak di sebelah selatan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan pada ketinggian 700 m dpl.



Perpaduan potensi alam, pegunungan dan hutan wisata serta kondisi masyarakat yang masih pedesaan menjadi faktor yang menarik untuk dinikmati. Disamping itu, letak yang cukup menguntungkan di tepi jalan Propinsi antara Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara sangat memudahkan bagi wisatawan untuk berkunjung.

CURUG MUNCAR PETUNG KRIYONO



Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan Kabupaten Pekalongan berlokasi di lereng Gunung Ragajambangan pada ketinggian 900 – 1600 m dpl. Sebuah kawasan yang sejuk dengan keragaman kemolekan dan keindahan alam yang cocok untuk tempat wisata. Dari ibukota Kabupaten Pekalongan berjarak 30 km dan dapat di capai dengan kendaraan umum. Sebagai kawasan ekowisata, Petungkriyono merupakan lokasi yang memberikan banyak pilihan untuk melakukan pemenuhan hasrat berwisata alam secara bertanggung jawab. Di kawasan ini anda dapat memperoleh pengalaman melakukan penjelajahan alam dan kegiatan outbond.

Curug Muncar adalah suatu tempat wisata alam air terjun yang terletak disebuah desa Curug Muncar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Ditempat ini pengunjung akan disuguhkan pemandangan alam berupa air terjun yang memiliki keindahan alam yang tak kalah dengan air terjun dibelahan bumi lainya, dengan jarak tempuh sekitar 30 km ke- arah selatan dari alun – alun kajen kabupaten pekalongan dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Selain itu, dalam perjalanan menuju lokasi wisata tersebut, pengunjung akan di manjakan dengan udara yang sejuk serta pemandangan yang masih asri dengan sajian pemandangan barisan pepohonan di areal hutan lindung ini.

Selain dengan air terjun yang begitu mempesona, keberadaan Curug yang terletak di ketinggian 1250 m diatas permukaan laut ini di lengkapi camping ground yang dilengkapi dengan MCK, Pendopo, Pos Jaga dan tempat bermain. Dengan sumber air yang bernama sumber air rogo jembarang, memiliki 3 tingkatan yakni telogo lumbu, kalibanteng dan telogo lawe dengan ketinggian air terjun 100m.

Marsono Kepala Desa Curug muncar saat mendampingi peserta Press Gathering Kabupaten pekalongan, Sabtu (27/4) mengungkapkan sedikit sejarah keberadaan Curugmuncar ini.

“Curug ini tercipta sekitar ratusan tahun yang lalu, karena dulu ditempat tersebut terdapat banyak sumber mata air yang terpencar dibanyak tempat disekitar lereng pegunungan tersebut. Sampai akhirnya sumber mata air tersebut menyembur banyak dan terbentuk sebuah air terjun” katanya.

Marsono juga mengatakan bahwa keberadaan desa yang kini penduduknya sekitar 300 KK ini’ merupakan tempat persinggahan para pendatang dari berbagai daerah lain di Indonesia dan akhirnya menetap di sini. “Bahkan nenek moyang saya juga berasal dari luar pekalongan”, lanjutnya saat menerima para tamu peserta press gathering di balai desa curugmuncar.

Menurutnya pada hari libur nasional atau hari-hari besar seperti tahun baru atau lebaran, lokasi curug muncar akan banyak dikunjungi wisatawan dari daerah lain, seperti Pemalang, Batang, Semarang dan kota-kota lainnya.

“Biasanya pada hari libur dan hari besar lainnya curug muncar akan di kunjungi banyak tamu”, tuturnya.